Thursday, November 1, 2012

Konsep Exposure (2): Memahami ISO, Aperture, Shutter Speed

ISO Speed

ISO, sebenarnya adalah singkatan dari International Standards Organization. ISO rating (tingkatan ISO), yang nilainya dari 25 - 3200 (atau lebih) menunjukkan kepekaan cahaya. Semakin kecil nilai ISO, semakin kecil kepekaan sensor gambar merekam cahaya, namun hasil gambar akan semakin bersih (tanpa digital noise). Semakin tinggi nilai ISO, semakin besar kepekaan sensor gambar, namun lebih banyak menghasilkan digital noise.


ilustrasi perbedaan iso pada kamera dslr


Apakah yang dimaksud dengan digital noise? yaitu sinyal cahaya yang bukan berasal dari subjek foto yang membentuk titik (bercak-bercak) warna pada sebuah gambar. Pada dasarnya kamera digital dirancang dengan standar sensor gambar untuk hasil terbaik pada nilai ISO terendah, yaitu ISO 100 yang terdapat pada kebanyakan kamera digital. Namun pada beberapa kamera digital high-end bisa lebih rendah sampai ISO 50 atau bahkan 25.

iso noise diagram

Aperture

Aperture (bukaan lansa) adalah besar/kecil-nya bukaan lubang diafragma pada lensa, yang mempengaruhi besar/kecil-nya volume cahaya yang masuk melalui lensa menuju sensor gambar/bidang film (Konsep Exposure bag.1).

aperture dof diagram

Nilai aperture ditunjukkan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop, misalnya f/1.2, berarti semakin besar lubang diafragma lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk), juga bidang fokus (DOF = Depth of Field) akan semakin sempit (shallow). Begitu juga sebaliknya, semakin besar angka f-stop, misalnya f/22, semakin kecil lubang diafragma lensa terbuka dan semakin kecil volume cahaya yang masuk, dan bidang fokus (DOF) akan semakin lebar.

Shutter Speed

shutter speed freeze blur diagram

Kecepatan rana (shutter speed) diukur dalam satuan detik, dan menunjukkan seberapa cepat "tirai" pada sensor gambar atau bidang film membuka dan menutup kembali (Konsep Exposure bag.1). Shutter speed mengatur kecepatan --berapa lama-- cahaya memasuki lensa dan menyentuh sensor gambar atau bidang film. Kecepatan ini juga memungkinkan kita untuk mengatur bagaimana suatu gerakan akan direkam. Jika shutter speed lebih cepat dari objek atau background, maka gambar akan terlihat tajam dan freeze. Jika lebih lambat, maka kita akan mendapatkan hasil gambar blur atau berbayang.


<<< Previous .. Konsep Exposure (1): Elemen-Elemen......