Thursday, November 1, 2012

Konsep Exposure (1): Elemen-Elemen yang Mengatur Exposure

Dalam menekuni fotografi, Exposure merupakan hal penting yang harus segera dipahami. Secara singkat, exposure adalah elemen-elemen penting yang akan terekam pada film (kamera analog) atau sensor gambar (kamera digital) untuk menghasilkan suatu foto. Ada tiga elemen yang membentuk exposure --yang nilai (ukurannya) dapat dirubah-rubah-- yaitu: ISO, bukaan lensa (aperture) dan kecepatan rana (shutter speed), yang dikenal dengan istilah "segitiga eksposur".
exposure triangle
Exposure-triangle by Exposure-Guide

  • ISO rating (tingkatan nilai ISO) menentukan tingkat kepekaan sensor gambar pada kamera terhadap cahaya. Penomoran nilai ISO (turun/naik) mewakili dua kali lipat atau mengurangi separuh dari kepekaan sensor terhadap cahaya. Contoh penulisannya adalah ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200 dan seterusnya .. semakin besar nilainya maka semakin peka sensor menerima cahaya dan semakin terang foto yang dihasilkan.
diafragma aperture
  • Bukaan lensa (Aperture) mengatur besar/kecil-nya bukaan lubang diafragma pada lensa, yang akan mempengaruhi besar/kecil-nya jumlah cahaya yang masuk melalui lensa ke bidang sensor/film. nilai aperture ditunjukkan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang diafrgama pada lensa terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk), dan sebaliknya semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang diafragma terbuka. Contoh penulisannya adalah f/1.4, F//2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16 dan seterusnya .. 
  • Kecepatan rana (shutter speed) menunjukkan berapa lama terbuka-nya "tirai" yang menutupi masuknya cahaya melalui lensa ke sensor, kemudian menutup kembali. Kecepatan membuka-menutup ini diatur oleh tombol rana (shutter button). Maka secara sederhana dapat didefinisikan, shutter speed adalah jarak waktu antara saat tombol shutter kamera dipencet sampai tombol ini kembali ke posisi semula. Nilai kecepatannya mewakili "stop" yaitu berhentinya cahaya yang diukur dalam satuan detik. Semakin cepat shutter speed, maka semakin cepat (sedikit) sensor menerima cahaya, dan sebaliknya. Contoh penulisannya adalah 1, 1/10, 1/100. 1/200, 1/400. 1/800 dan seterusnya.



Ketika tiga elemen ini digabungkan, mereka mewakili dan mempengaruhi nilai exposure (EV = exposure value). Setiap perubahan salah satu nilai dari tiga elemen tersebut akan mempengaruhi dua elemen yang lain dalam bereaksi untuk mengekspos sensor gambar atau film, bagaimana hasil foto akan terlihat.

Lebih jauh mengenai tiga elemen ini dengan contoh foto pada artikel bagian-2 (Memahami ISO, Aperture dan Shutter Speed.)